Monday, August 18, 2003

Temanku


Malam diantara bintang bintang, gaung ketulusanmu menggema dari masa lalu. Kebaikanmu membuat hatiku malu.

Kau pandang aku dewa, tapi aku tak peduli denganmu. 
Kau letakan diriku dipuncak kemuliaan, tapi aku selalu merendahkanmu. Kau tak perlu diagungkan, kau tak butuh ditinggikan karena kau sudah berdiri kokoh diatas keluhuran. 

Aku yang penuh kotoran berdiri angkuh dihadapanmu, tapi matamu bersinar lembut seolah aku salju tak tersentuh. Hatiku yang penuh kemunafikan, kau pandang seolah kain kafan.  

Lalu kapan ?  
Kapan ?!  
Kau anggap aku sebagai manusia ?  

Aku rasa tidak pernah !


Pulo Nangka, 17 Agustus 2003



Wednesday, August 6, 2003

Hari Itu Jika Datang


Jika hari itu datang
Tak'kan kau menyesal !
Sakit ?
Kau tak rasakan !

Tak kuasa karma merangkulmu
Putus temali ulah baikmu
Berputar samsara tiada gerigi 
Nikmati jalan tanpa kepedihan hati

Lampaui derita dengan tulus 
Peluk bahagia sepenuh hati
Derita tak lagi punya rasa 
Jatuh cinta pada bahagia !

Kau budak Maha Tinggi. Tuan dirimu sendiri !
Bahagia, derita, datang kala kau damba
Kau atasi dirimu. Bertahta atas jiwamu !
Penguasa batin dan kehendakmu !

Hari itu jika datang
Kau bukan manusia lagi !


Pulo Nangka, 5 Agustus 2003