Sunday, December 29, 2019

Bersamamu


Dengarkah ?
Batu batu teriak memekak
Ya, kakimu ! kakiku !
Menginjak seraya tergelak

Ringan, mata memaling muka
Sekuat nyali melengking tinggi
Ceria juga tega berlalu
Kita, terlalu bahagia !

Terganggukah ?
Berisik kerikil, keruh mengaduh
Berserak serak marah !
Mengamuk geram !

Nyatanya
Kita beralih ke bunga !
Berlimpah warna, ucapmu malu
Lembut mendekap, menarik syahdu

Heii, kupu indah ! kejutmu lalu
Nyaris berlari berdua memburu
Riang deraplah tawa dipacu
Berebut tangan, meraih rindu

Perdulikah ?
Desir pasir meratap perih
Berhambur iba, meruntuh lirih
Sedih bersimpuh, merintih pedih

Akhh ! rupa kita berpura tuli
Berkali pula batin membuta
Cukuplah berdua, bisikmu gila !
Di bawah sana, biarlah merana !



Bekasi, 29 Desember 2019




Thursday, December 19, 2019

Mereka


Pada awalnya pagi,

Menatap puncak, menjulang di ketinggian sana
Cemas berkerumun
Di belakang, keras orang orang berbisik
Senyum ramah, mengiris sinis

Berdiri, membusung dada
Setapak demi setapak, terseok
Melangkah, merambat
Mendaki tiada henti

Terpeleset, terpelanting
Terluka sendiri
Jatuh, menurun berulang kali
Riuh girang, mereka bergelak tawa !

Pada akhir, petang menjelang
Remang di puncak, sepi sendirian

Diam
Sekuntum bunga kupetik

Tegap, jauh menatap ke bawah sana
Orang orang saling bertepuk tangan
Riang berloncatan, berdekapan
Mereka terus tertawa !

Bisu
Sejenak sunyi mengisi

Lantang teriakan lalu menggema
Terimalah bunga ini !
Buat kalian !
Tangan ini melempar begitu saja

Pulanglah, teruslah bahagia !
Bawa serta anak istri kalian bahagia !



Bekasi, 19 desember 2019