Monday, January 27, 2020

Di Depan Pendosa


Ini hari kebaikan muntah
Berkoar mulut-mulut meruah
Bukan pendar cahaya
Dia gelap selindap malam

Yang tampak itu dirimu ?
Sungguh, semua di dalammu ?
Manalah kau tau !
Pergi diamlah !

Sebar sana pada pemuja !
Segala pendamba sorga !
Di depan itu bukan siapa
Dia pendosa !

Mundurlah !
Sebelum tangan menyambar !
Membelalakkan matamu

Merobek bibir paraumu !

Panas bualanmu
Kejam lidah panjangmu
Tusuk tajam matamu
Neraka itu dirimu !



Bekasi, 27 Jan 2020

Sunday, January 12, 2020

Perempuan Itu


Para budak lelaki itu, menunduk malu
Gagah, seorang perempuan berdiri membela
Tinggi nyali,
Berkali kerumunan lelaki

Para lelaki, yang menerima diri direndahkan
Para lelaki, yang merasa pantas ditindas
Para lelaki, yang hanya mampu mengucap terima kasih
Di belakang, dan diam diam !

Perempuan itu,
Mendongak di hadapan sang-tuan
Tajam bibirnya, mencemooh liar pongah mulutnya
Muka sang-tuan seketika jatuh, menekuk pucat

Puas,
Perempuan itu berlalu meninggalkan sang-tuan
Tiga langkah berkelebat, ia berbalik seraya meludah !
Sang-tuan, meratap pasrah mengusap wajah

Satu per satu, kerumunan membubarkan diri
Bangga, para lelaki itu meninggalkan sang-tuan sendirian
Berbaris, di balik punggung perempuan itu
Lurus tangan mereka seragam menghormat !



Bekasi, 9 Januari 2020