Kuning
Wajah menyeruak
Sendiri menyeringai
Kuning gigi itu, menyilaukan
Memalsukan darah, kepedihan masa lalu
Dari balik kemuraman
Berpendar keserakahan
Kemenangan semu, kebanggaan maya menari nari
Bergelak tawa, lalu terbahak
Kuning kembali berkilau
Memukau
Menyilaukan
Memalsukan !
Awas ! Jangan kau dekati !
Lihatlah dengan hati
Kuning itu bukan emas
Coba kau cermati !
Pulo Nangka, 21 April 2006
No comments:
Post a Comment