Friday, April 21, 2006

Kuning


Wajah menyeruak
Sendiri menyeringai
Kuning gigi itu, menyilaukan
Memalsukan darah, kepedihan masa lalu

Dari balik kemuraman
Berpendar keserakahan
Kemenangan semu, kebanggaan maya menari nari
Bergelak tawa, lalu terbahak

Kuning kembali berkilau
Memukau
Menyilaukan
Memalsukan !

Awas ! Jangan kau dekati !
Lihatlah dengan hati
Kuning itu bukan emas
Coba kau cermati !



Pulo Nangka, 21 April 2006



No comments:

Post a Comment