Friday, May 15, 2020

Hantu


Ia nyata. Bukan cuma di belantara mimpi malam buta, ia menjelma pula di antara terang terik matahari. Wujudnya menyebar ke mana-mana, ke sudut-sudut paling gelap hingga ke pojokan sempit dengan benderang sinar sedikit. Sempoyongan ia menyusup ke urat nadi. Menyeret sepasang kaki lemah, mata sayup memburu, melangkah terseok, beratus-ratus hari menggumpalkan darah ketakutan mengalir ke dalam hati. Menekan, menyiksa setiap hembusan nafas terhela.

"Siang ini bisa ketemu ?"
Tanpa suara, pesan itu langsung membuat tubuh merinding. Bentakan mulut menganga, barisan gigi gompal melengking makian menyerbu di depan mata. Wajah kurang darah menghadang, sorot merendahkan menusuk-nusuk ke ulu hati. Ia nyata meski belum ada.

Siang datang menjelang, bayang hitam menyelinap di tengah remang keheningan, pintu ruangan dingin itu terbuka. Pelan tapi mengagetkan. Sekejap wajah menakutkan menyembul entah darimana. Hantu itu tersenyum. Lidahnya menjulur. Mengerikan.

"Selamat siang, dah maksi ?"
"Hayok bareng !"
Raut kusut itu bergerak mendekat. Bopeng bekas luka memapar di depan mata. Hanya gelengan kepala menjawabnya gemetar. Melangkah, ia menghampiri kian dekat.

Segera bau raga tercium menusuk, busuk menari-nari ke segala arah, menarik-narik memaksa beranjak. Merajuk-rajuk manis, bualan kepalsuan berhamburan. Ia mulai memelas, lalu merangkul, mengelus punggung kaku, menunduk bisu, menggigil ketakutan. Berbisik terus ia berbisik kenikmatan.

"Ayo lahh..."
"Ayoo lah...", suaranya terus mendesis persis ditelinga. Sigap kuku-kuku kotornya mencengkeram lengan. Sontak tangan bergerak menepis menghindar.

"Ada yang perlu dibicarakan."
"Tolonglah...", hantu itu merengek-rengek iba.

Ahhh ! Rupanya ia hendak menjelma manusia.
Sayang di depanku ia tak bisa !



Bekasi, 16 Mei 2020

No comments:

Post a Comment